Rabu, 29 Februari 2012

PROFIL PUSKESMAS INDIHIANG TASIKMALAYA


VISI
"Terwujudnya Masyarakat Kota Tasikmalaya yang Mandiri untuk Hidup Sehat Tahun 2013"

MISI
    1. Memantapkan manajemen pelayanan kesehatan yang dinamis dan akuntabel 
    2. Mewujudkan keterjangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan
    3. Menjalin kemitraan dengan stakeholders dan provider kesehatan
    4. Memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat 
    5. Mengembangkan kemandirian masyarakat dalam upaya pembiayaan kesehatan

Program Operasional UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya
  1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
  2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 
  3. Program Peningkatan disiplin aparatur 
  4. Program fasilitas pindah/purna tugas PNS 
  5. Program peningkatan, pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan 
  6. Program peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur 
  7. Program Upaya Kesehatan Masyarakat
  8. Program perbaikan gizi masyarakat 
  9. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular
  10. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan masyarakat 
  11. Program Pengembangan Lingkungan Sehat 
  12. Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin 
  13. Program Kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan 
  14. Program peningkatan pelayanan kesehatan anak 
  15. Program peningkatan pelayanan kesehatan lansia
  16. Program pengawasan dan pengendalian makanan
  17. Program peningkatan keselamatan Ibu melahirkan dan anak 
  18. Program obat dan perbekalan kesehatan
  19. Program sistem informasi kesehatan
  20. Fasilitasi Penyelenggaraan puskesmas dan jaringannya
  21. Program Fasilitasi Penyelenggaraan kegiatan Laboratorium dan Perbekalan Kesehatan

PENCAPAIAN PEMBANGUNAN KESEHATAN
A.   DERAJAT KESEHATAN
 
1.    Kecenderungan Umur Harapan Hidup (UHH) 
            UHH dijadikan dasar untuk mengetahui berapa lama orang dapat hidup sejak lahir. Peningkatan UHH mencerminkan adanya perbaikan tingkat kesehatan penduduk, sedangkan tingkat kesehatan yang baik akan membawa peningkatan kesejahteraan penduduk.
           Berdasarkan indikator-indikator peningkatan derajat kesehatan masyarakat lainnya, UHH di UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  tahun 2009 rata-rata berumur sampai dengan  tahun, keadaan ini sudah diatas rata-rata Kota Tasikmalaya yaitu 64,3 tahun. Indikator makro pembangunan lainnya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dimana untuk wilayah UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  pada tahun 2009 angka IPM sudah mencapai yang berarti sudah tergolong cukup baik.

2.    Angka Kematian
           Kesehatan masyarakat pada dasarnya menyangkut semua segi kehidupan manusia yang ruang lingkup jangkauannya sangat luas. Pada saat ini perwujudan dari manusia yang sehat menurut Badan kesehatan Dunia (WHO) tidak hanya berarti bebas dari penyakit tetapi juga berarti keadaan yang sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Jadi orientasi upaya kesehatan yang semula berupa upaya penyembuhan penderita, secara berangsur-angsur berkembang ke arah upaya kesehatan untuk seluruh masyarakat dengan memelihara dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat. Upaya ini bersifat terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan.
            Indikator yang sering digunakan untuk menilai tingkat kesejahteraan penduduk adalah tingkat kematian. Secara umum tingkat kematian berhubungan erat dengan tingkat kesakitan, karena biasanya merupakan akumulasi akhir dari berbagai penyebab kematian. Beberapa Angka Kematian yang sering digunakan sebagai indikator adalah Angka Kematian kasar (Crude Death Rate/CDR), Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR), angka Kematian Anak Balita (Child Mortality rate/CMR) dan angka Kematian Ibu bersalin (Maternal Mortality rate/MMR).
a.    Angka Kematian Kasar (CDR)
            Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate) dapat digunakan sebagai petunjunk umum status kesehatan masyarakat, kondisi kesehatan di dalam masyarakat secara tidak langsung menggambarkan kondisi lingkungan ekonomi, fisik & biologis. Angka Kematian Kasar menjadi dasar perhitungan laju pertambahan penduduk walaupun penilaian yang diberikan secara kasar dan tidak langsung.
            Angka Kematian kasar Propinsi Jawa Barat cenderung menurun dari tahun ke tahun. Menurut Biro Pusat Statistik propinsi Jawa Barat, perkiraan tingkat kematian tahun 2000-2005 untuk perempuan berkisar sebesar 20,59 dan laki-laki 20,19.

b.    Angka Kematian Bayi (AKB)
     Angka Kematian Bayi atau Infant Mortality Rate (IMR) adalah jumlah kematian bayi dibawah usia 1 tahun pada setiap 1.000 kelahiran. Angka ini merupakan salah satu indikator yang sensitif terhadap ketersediaan, pemanfaatan dan kualitas pelayanan kesehatan terutama pelayanan perinatal. Disamping itu AKB juga mempunyai hubungan dengan pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, pendidikan ibu dan gizi keluarga. Angka ini juga merupakan indikator yang terbaik untuk menilai pembangunan sosial ekonomi masyarakat secara menyeluruh.
    Untuk tahun 2010 Angka Kematian menurut Kantor Statistik Kota Tasikmalaya belum ada data yang baru, tetapi jumlah kelahiran bayi di UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  sebanyak 658 bayi, jumlah bayi lahir mati sebanyak 4 bayi. Untuk itu  program penurunan Jumlah Kematian Bayi di UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  harus terus dilakukan baik itu oleh pemerintah Kota Tasikmalaya pada umumnya, maupun khususnya yang dilakukan oleh jajaran Dinas kesehatan kota Tasikmalaya.

c.    Angka Kematian Anak Balita (CMR)
           Angka Kematian Balita  (0-4 tahun) adalah jumlah anak bayi dan balita yang meninggal sebelum belum berumur 4 tahun tiap per 1.000 balita. Angka Kematian Bayi ini disamping menggambarkan keberhasilan program KIA, juga menggambarkan keadaan faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan balita seperti Gizi, Sanitasi, Penyakit Menular dan kecelakaan. Dalam arti luas indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan sosial dan tingkat kemiskinan penduduk. Angka Kematian anak Balita untuk tahun 2009 belum bisa disajikan.
            Sedangkan berdasarkan laporan dari Program KIA di UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya   tahun 2010 jumlah kematian balita didapat sebesar 4 balita.

d.    Angka Kematian Ibu
      Angka Kematian Ibu Bersalin atau Maternal Mortality Rate (MMR) menunjukkan banyaknya Ibu Hamil atau Ibu Bersalin yang meninggal pada setiap 1.000 kelahiran hidup. Angka ini berguna untuk menggambarkan status gizi dan kesehatan ibu, kondisi kesehatan lingkungan serta tingkat pelayanan kesehatan terutama ibu pada saat hamil, melahirkan dan masa nifas.
Menurut hasil pencatatan program KIA UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  menunjukkan jumlah kematian ibu maternal pada tahun  2010 sebanyak 0 orang.
      Adapun rincian kematian ibu maternal dapat dilihat pada tabel 4.1 di bawah ini.
Kematian Ibu Maternal
UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  Tahun 2010

No
Kematian Ibu Maternal
Jumlah
1.
Kematian Ibu Hamil
0
2.
Kematian Ibu Bersalin
0
3.
Kematian Ibu Nifas
0

Jumlah Kematian Ibu Maternal
0
Sumber Data  :  Laporan Program UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  Th. 2010

3.    Angka Kesakitan (Morbiditas)

a.    Pola penyakit rawat jalan di UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya

Pola penyakit rawat jalan di UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  tahun 2010 tidak banyak mengalami perubahan dari tahun-tahun sebelumnya di mana penyakit infeksi masih menjadi masalah utama di masyarakat.  Rincian 10  penyakit  terbanyak pada tahun 2010 dapat dilihat pada tabel 4.2  berikut ini :

10 Besar Penyakit Penderita Rawat Jalan
UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya 
untuk Semua Golongan Umur di Kota Tasikmalaya
Tahun 2010
No
Jenis Penyakit
Jumlah
1.
Common Cold
3929
2.
ISPA
4252
3.
Gastritis dan gastroduodenitis
1558
4.
Dermatitis
1115
5.
Myalgia
1749
6.
Diare & Gastroenteritis
715
7.
Hipertensi Primer
1528
8.
Skabies
389
9.
Asma
315
10.
Abses
171
Sumber : LB 1, SP3 UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  Th. 2010

b.    Pola Penyakit yang Diamati

1.Penyakit Menular

(a)  Penyakit Menular bersumber binatang

-   Penyakit malaria merupakan penyakit yang masih endemis di Jawa Barat. Selama tahun 2010 di UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya   berdasarkan laporan dari Pengelola Program Puskesmas tidak ditemukan kasus malaria.
-   Penyakit Demam Berdarah Dengue di UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  pada tahun 2010 ada sebanyak   10 kasus.
-   Penyakit Filariasis pada tahun 2010 ditemukan 0 kasus.

(b)  Penyakit Menular Langsung

-   Diare
     Jumlah kasus diare tahun 2010 di UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  ada sebanyak 715. Sebagai upaya pencegahan atau penurunan angka diare, intervensi harus dilakukan terhadap aspek yang menjadi penyebab utama diare yaitu dengan cara memperbaiki kondisi sanitasi lingkungan dan hygiene perorangan serta pengelolaan makanan.
-   Kholera
     Pada tahun 2010 menurut laporan dari Pengelola program Puskesmas tidak ditemukan kasus kholera.
-   Disentri
      Jumlah penyakit disentri berdasarkan laporan dari Pengelola Program Puskesmas pada tahun 2010 ada sebanyak 0 kasus.
-   Typhoid
      Jumlah penyakit typhoid berdasarkan laporan dari Pengelola Program Puskesmas pada tahun 2010 ada sebanyak 0 kasus.
-   Pneumonia
      Pada tahun 2010 terdapat sebanyak 0 penderita pneumonia dan adalah penderita balita.
-   Kusta
      Pada tahun 2010 tidak ditemukan kasus kusta..
-   Tuberkulosis Paru
      Jumlah penderita tuberkulosis paru yang diobati pada tahun 2010 ada  penderita TB Paru dengan  BTA (+) sebanyak 16, diobati sebanyak 43 orang dan yang dinyatakan sembuh pada tahun 2010 ada sebanyak 8 orang.

2.Penyakit Tidak Menular

-   Jantung dan pembuluh darah
      Tidak ada data.
-   Neoplasma 2 kasus
-   Diabetes Mellitus
      Penderita Diabetes Mellitus berdasarkan laporan dari Pengelola Program Puskesmas tahun 2010 ada sejumlah 6 orang.
-   Hipertensi
     Pada tahun 2010 hipertensi dilihat dari semua golongan umur dengan jumlah penderita sebanyak 1528.
-   Susunan Saraf
      Tidak ada data.
-   Jiwa
     Penyakit jiwa (gangguan mental dan perilaku) sebanyak penderita di Puskesmas mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya (    penderita). Yang termasuk dalam kategori penyakit jiwa ini adalah gangguan emosi (neurotik), gangguan jiwa disebabkan penggunaan obat & psikotropika dan Skizofrenia.
-   Katarak
      Jumlah penyakit katarak selama tahun 2010 berdasarkan laporan dari Pengelola Program Puskesmas ada sebanyak 3 penderita. 
-   Gangguan fungsi hati
      Tidak ada data
-   Anemia
      Tidak ada data

3.    Penyakit Non Infeksi

       Secara umum pola penyakit di masyarakat mengalami perubahan dari penyakit infeksi ke penyakit degeneratif. Berikut ini tabel mengenai Identifikasi Penyakit non Infeksi dan Kecenderungannya :

Identifikasi Penyakit Non Infeksi dan Kecenderungannya
Tahun 2010

No
Penyakit Non Infeksi       
Jumlah
1
Hipertensi
1528
2
Diabetes Mellitus
3
3
Karies Gigi

4
Penyakit pulpa/periapikal

5
Abortus

6
Anemia

Sumber data: SP3 UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  Th. 2010

4.    Status Gizi

        Status gizi pada balita merupakan faktor penting dalam upaya menurunkan angka kematian balita. Selain itu status gizi pada balita sangat menentukan terhadap tingkat kecerdasan sumber daya manusia pada tahun mendatang. Masalah utama gizi masyarakat di Indonesia masih diwarnai masalah BBLR (Berat Badan Lahir Rendah), KEP (Kurang Energi Protein), GAKY (Gangguan Akibat Kekurangan Yodium), AGB (Anemia Gizi Besi) dan KVA (Kekurangan Vitamin A)

4.1.    Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

       Yang dimaksud dengan BBLR adalah Bayi dengan berat badan pada saat lahir kurang dari 2.500 gram. Menurut laporan dari Pengelola Program GIZI, dari sejumlah 27 jumlah bayi dengan berat badan lahir rendah pada tahun 2010

4.2.    Kurang Energi Protein (KEP)

       Status gizi adalah tingkat kesehatan seseorang atau masyarakat dimana salahsatu faktor yang mempengaruhinya adalah makanan yang dikonsumsi. Hal ini dapat dinilai dengan ukuran atau parameter status gizi seperti Metoda Kimia, Klinis dan Antropometrik. Penilaian Status Gizi ini sangat penting untuk mengidentifikasi anak balita yang terkena Kekurangan Energi Protein (KEP). Untuk melihat hasil kegiatan program gizi pada bayi dan balita dapat dilihat seperti pada tabel berikut ini :

Cakupan Pemantauan Status Gizi Bayi dan Balita
di UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  Th. 2010

No
Uraian
Jumlah
1
Penimbangan Balita


- Yang ada
2374

- Ditimbang
2374
2.
Status Gizi Bayi & Balita


- Buruk
30

- Kurang
254

- Baik
2041

- Lebih
28
Sumber Data  :  Program Gizi UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  Tahun 2010

        Tabel diatas menunjukkan bahwa program gizi pada bayi dan balita di UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  pada tahun 2010 ditemukan adanya penurunan balita gizi buruk dengan jumlah 30  balita dan gizi kurang sebanyak 254. balita hal ini tentunya perlu mendapat perhatian mengingat hal ini akan menentukan keadaan generasi yang akan datang.

4.3.    Anemia Gizi Besi (AGB)
  
      Adapun ibu Hamil yang mendapatkan tablet penambah  darah yaitu 90 tablet Fe ada sebanyak 699 orang ibu hamil

Kekurangan Vitamin A (KVA)

     Intervensi yang dilakukan untuk meningkatkan status gizi, selain terhadap balita itu sendiri, juga dilakukan terhadap ibu hamil dan ibu nifas melalui pemberian vitamin A dan Tablet Penambah Darah (Fe).
Jumlah balita yang mendapat vitamin A pada tahun 2010 adalah sebanyak 2374 balita atau sebesar 100% dari seluruh balita yang ada.

B.   PERILAKU SEHAT
     
      Pencapaian dalam aspek perilaku sehat di Kota Tasikmalaya dapat dilihat dari berbagai indikator sebagai berikut
1.    Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
       
          Prosentase Rumah tangga yang melaksanakan PHBS dari sejumlah yang termasuk Rumah tangga ber-PHBS ada 224 rumah atau 97,39  %.

2.    Posyandu

            Posyandu adalah salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang paling memasyarakat dewasa ini. Posyandu yang mempunyai 5 program prioritas (KB, KIA, Gizi, Imunisasi dan Penanggulangan Diare) mempunyai daya ungkit yang besar terhadap penurunan angka kematian bayi.
              Posyandu dibagi menjadi 4 (empat) katagori, berikut ini pengkatagorian posyandu beserta kriterianya masing-masing:
a.    Posyandu Pratama
·        Penimbangan < 8 kali dalam 1 tahun
·        Kader < 5 orang
·        Cakupan Desa Sehat < 50 %
b.    Posyandu Madya
·        Penimbangan > 8 kali dalam 1 tahun
·        Kader ³ 5 orang
·        Cakupan Desa Sehat < 50 %
c.    Posyandu Purnama
·        Penimbangan > 8 kali dalam 1 tahun
·        Kader ³ 5 orang
·        Cakupan Desa Sehat ³ 50 %
·        Ada program tambahan
·        Cakupan Dana Sehat < 50%
d.    Posyandu Mandiri
·        Penimbangan > 8 kali dalam 1 tahun
·        Kader ³ 5 orang
·        Cakupan Desa Sehat ³ 50 %
·        Ada program tambahan
·        Cakupan Dana Sehat > 50%

               Di UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  pada tahun 2009, dari 39 RW yang ada semuanya telah ada posyandu. Maka ditinjau dari segi geografis, semua RW telah terjangkau oleh posyandu. Sedangkan apabila dikaitkan dengan jumlah penduduk, tiap posyandu meliputi sekitar 100 KK. Adapun dalam segi kualitas, dari 41 posyandu yang ada,30 Posyandu  yang termasuk dalam kategori Posyandu Pratama (73,17%), kategori Posyandu Madya sebanyak 4 posyandu (9,76 %), posyandu Purnama sebanyak 6 posyandu (14,63 %) dan yang termasuk Posyandu Mandiri ada sebanyak1 Posyandu(2,44 %).

3.    Pemanfaatan Sarana Pelayanan Kesehatan
           
           Tingkat pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan meliputi Puskesmas dan UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  selama empat tahun dapat terlihat pada tabel di bawah ini

                  Tingkat Pemanfaatan Sarana Pelayanan Puskesmas 
 
UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya 
Tahun 2006 s.d. 2009

No
Sarana Pelayanan Kesehatan
Tahun
2005
2006
2007
2008
1



Di Puskesmas
- Jumlah Kunjungan





Sumber Data  :  SP3 dan SP2RS Tahun 2003 s.d 2008

4.    Jaminan  Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM)

Pengertian JPKM secara operasional adalah pelayanan kesehatan paripurna dan berjenjang dengan pelayanan tingkat pertama yang bermutu sebagai ujung tombak dan ditopang dengan pembiayaan dimuka oleh para konsumennya melalui suatu badan pengelola dana yang kemudian menerapkan pembayaran pra upaya kepada pemberi pelayanan kesehatan. (Dirjen Binkesmas Depkes RI, 1998)
Di Kota Tasikmalaya, belum ada data yang lengkap mengenai jumlah penduduk yang terlindungi asuransi kesehatan dan JPKM. Menurut data yang diperoleh dari Sistem Pencatatan dan Pelaporan Puskesmas jumlah penduduk yang menjadi peserta Jaminan Kesehatan Pra Bayar dapat dilihat pada tabel berikut ini

Jumlah Peserta Jaminan Kesehatan Pra Bayar
per Jenis di Kota Tasikmalaya Tahun 2008
No
JENIS JAMINAN KES PRA BAYAR
JML PESERTA
1.
ASKES
5372
2.
BAPEL & PRA BAPEL JPKM
0
3.
JAMSOSTEK
0
4.
ASKESKIN
5667
5.
DANA SEHAT
0
6.
LAINNYA
0

C.   LINGKUNGAN SEHAT

Menurut H.L. Blum Lingkungan merupakan aspek yang mempunyai pengaruh  besar dalam kesehatan masyarakat selain perilaku, fasilitas kesehatan dan faktor genetik. Berikut ini adalah indikator-indikator yang berperan dalam Lingkungan Sehat.

1.    Rumah Tangga Sehat

Rumah yang sehat mempunyai peranan yang besar untuk menentukan status kesehatan penghuninya. Sedangkan kriteria dari rumah sehat adalah rumah yang mempunyai ventilasi, mempunyai lubang asap dapur, rumah yang beralaskan lantai, mempunyai sarana air bersih dan mempunyai jamban keluarga.
Di Kota Tasikmalaya, pengkajian terhadap Rumah Tangga Sehat berdasarkan strata belum dilaksanakan sehingga kita tidak bisa mengetahui gambaran rumah tangga sehat berdasarkan stratanya.
Sedangkan untuk Rumah Sehat dari 224 KK atau 97,39%nya memiliki rumah dengan kondisi yang memenuhi syarat untuk dikategorikan sebagai rumah sehat.

2.    Keluarga yang memiliki Akses Air Bersih
                  
             Dari sebanyak 180 KK yang diperiksa, semuanya memiliki Akses Air bersih, sedangkan jumlah KK seluruhnya ada 6352 KK artinya yang memiliki Akses Air Bersih hanya sebesar 2,83%.

3.    Keluarga yang memiliki Jamban Keluarga (JAGA)

Dari sebanyak 230 KK yang diperiksa, yang memiliki Jamban Keluarga (JAGA) ada sebanyak 5694 KK ATAU 88 % ,yang termasuk kategori sehat ada sebanyak 82 atau 15,49%.

4.    Keluarga yang memiliki Tempat Sampah

Dari sebanyak 230 KK yang diperiksa, yang memiliki Tempat Sampah ada sebanyak 65 KK atau 1,01%, yang termasuk kategori sehat ada sebanyak 230 .

5.    Keluarga yang memiliki Pengelolaan SPAL

Dari sebanyak 230 KK yang diperiksa, yang memiliki Pengelolaan SPAL ada sebanyak 6140 KK atau 95%, yang termasuk kategori sehat ada sebanyak 230.

D.   PELAYANAN KESEHATAN
1.    Sarana dan Prasarana Kesehatan

Pada tahun 2009 di Kota Tasikmalaya terdapat 20 Puskesmas sebagai sarana penyedia pelayanan kesehatan dasar terhadap masyarakat dimana setiap kecamatan telah memiliki 4 Puskesmas dengan rasio terhadap jumlah penduduk 1 : 35.669 Dari 20 Puskesmas tersebut 3 puskesmas merupakan puskesmas dengan tempat perawatan (DTP) dan sisanya merupakan puskesmas tanpa perawatan (15 puskesmas). Puskesmas Indihiang termasuk Puskesmas Tanpa Perawatan Sedangkan jumlah Puskesmas pembantu yang ada sebanyak1.Puskesmas Keliling sebagai sarana penunjang puskesmas dalam melaksanakan pelayanan di luar gedung ada 1 buah.

2.    Pertolongan Persalinan

                  Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan (Linakes) di UPTD Puskesmas Indihiang Kota  Tasikmalaya tahun 2009 adalah sebanyak sebesar 85,63 %.

3.    Imunisasi

Dari 630 bayi yang ada pada tahun 2009, tercatat sebanyak  657 bayi telah mendapat imunisasi lengkap (berdasarkan cakupan campak). Angka tersebut telah melebihi target yaitu 104,29% Sedangkan jumlah bayi yang mendapat imunisasi dirinci menurut jenis imunisasi berserta persentasenya dapat dilihat pada tabel berikut ini. 

Persentase Cakupan Imunisasi di UPTD PuskesmasIndihiang
Kota Tasikmlaya Tahun 2009
JENIS MUNISASI
JUMLAH
- BCG
676
- DPT 1+ HB1
662
- DPT 3 + HB 3
669
- Polio 4
664
- Campak
657
- Hepatitis B 3
Tidak ada data



4.    Keluarga Berencana

Dari jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak 118182 orang pada tahun 2009 di Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya ada sebanyak 3,07 % peserta KB Aktif dan 0,18 % peserta KB Baru. Untuk cakupannya dapat dilihat pada tabel berikut

Cakupan Program KB di Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya
Tahun 2009
No
INDIKATOR PROGRAM
JUMLAH
%
1

2

Akseptor KB Baru

Akseptor KB Aktif
207

3633
0,18

3,07
Sumber: Dinas Kependudukan, KB dan Tenaga Kerja